Monday, October 26, 2015

Penampakan Wajah Homo Florenensis Asal Flores

Penampakan Wajah Homo Florenensis Asal Flores - Homo floresiensis digali oleh Profesor Mike Morwood dan tim arkeologi Liang Bua di Flores pada tahun 2003. Baru-baru ini para peneliti mencoba untuk melakukan rekonstruksi wajah hominin tersebut. Namun, pemimpin penelitian, Dr. Susan Hayes dari University of Woollongong, lebih menyukai istilah “pendekatan wajah.”
Penampakan Wajah Homo Florenensis Asal Flores
Proyek penelitian ini menandai dimulainya Australian Archaeological (AAA) Conference yang diselenggarakan oleh UOW dari tanggal 9 sampai 13 Desember. Dr Hayes menggambarkan bahwa pendekatan wajah pada hominin kuno adalah tantangan yang luar biasa. Dengan latar belakang ilmu forensik, Dr. Hayes mampu menyempurnakan wajah perempuan 30 tahun setinggi 3 kaki (1 meter) berdasarkan sisa-sisa yang ditemukan di gua Liang Bua. Penampakan Wajah Homo Florenensis Asal Flores

Teka Teki Misteri Mata Rantai Evolusi Manusia

Teka Teki Misteri Mata Rantai Evolusi Manusia - Dalam perjalanannya Manusia sudah dibekali akal dan pikiran berbeda dengan hewan. Hewan tidak memiliki akal dan pikiran sehingga antara manusia dan hewan saling bermusuhan sejak awal bumi dibuat. Untuk penjelasan mengenai hal ini berikut perhatikan secara seksama.

Teka Teki Misteri Mata Rantai Evolusi Manusia

Nyaris setiap tahun para ilmuwan menggali tulang nenek moyang manusia. Mulai Lucy sampai hobbit dari Pulau Flores, kita secara bertahap melihat teka-teki evolusi manusia. Berikut ada 10 mata rantai terputus seputar evolusi manusia.
Teka Teki Misteri Mata Rantai Evolusi Manusia
Neanderthal

Makalah Manusia Purba di Luar Indonesia (Afrika)

Manusia Purba Di Afrika

“MANUSIA PURBA DI LUAR INDONESIA”
 
 KATA PENGANTAR
Puji syukur tak henti-hentinya kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah mengenai manusia purba ini tepat pada waktunya.Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai materi manusia purba yang terdapat di Afrika.
Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah membimbing kami,dan teman-teman sekalian yang telah berpartisipasi dalam menyusun karya tulis ini. Harapan kami, semoga karya tulis yang sederhana ini, dapat memberi manfaat tersendiri bagi teman-teman sekalian.

Adm, 21 Januari 2015


Penyusun








DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………..…….i
Daftar Isi………………………………………………………………………………ii
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………1
a.)Latar Belakang……………………………………………………………………...1
b.)Rumusan Masalah…………………………………………………………………..1
c.)Tujuan Penulisan…………………………………………………………………....1
BAB 2 PEMBAHASAN ……………………………………………………………..2
Manusia Purba Yang Terdapat Di Afrika……………………………………………..2
BAB 3 PENUTUP…………………………………………………… ……………….6
a.)Kesimpulan………………………………………………………………………….6
b.)Saran…………………………………………………………………………….......6
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….7

Daftar Manusia Purba di Indonesia dan Luar Negeri

A.    Manusia Purba di Indonesia
NO
Jenis Manusia Purba
Peneliti
Tempat dan Tahun Penemuan
Lapisan Tanah
Keterangan
1.
Meganthropus Palaeojavanicus
Von Koningswald
Sangiran, Tahun 1939 - 1941.
Pucangan (Pleistosen Bawah)
-  Badan Tegap.
-  Bertulang pipi tebal.
-  Ada tonjolan tajam di belakang kepala.
-  Tonjolan kening yang mencolok dan tidak berdagu.
-  Otot kunyah, gigi, serta rahang besar dan kuat.
2.
Pithecanthropus Erectus
Eugene Dubois.
Trinil, Jawa Tengah. Tahun 1891.
Pucangan dan Kabuh
-Volume otak 900cc.
-Tinggi 165-180cm.
-Badan tegap.
-Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
-Hidung lebar dan tidak berdagu.
-Otot kunyah kuat.
3.
Pithecanthropus mojokertensis
Von Keonigswalg
Perning,Mojokerto, Jawa Timur. Tahun
1936 – 1941
Pleistosen Bawah
-Berbadan tegap.
-Muka menonjol ke depan.
-Kening tebal.
-Tulang pipi kuat.
4.
Pithecanthropus soloensis
Von Keonigswalg dan Weidenreich
Lembah sungai Bengawan Solo. Tahun 1931-1934
Pleistosen Tengah
-Berbadan tegap.
-Muka menonjol ke depan.
-Kening tebal.
-Tulang pipi kuat.
5.
Homo sapiens
Von Rietschoten
Wajak, Tulungagung,Jawa Timur. Tahun 1889
Pleistosen Atas
-Tinggi badan     130-210cm.
- Berat badan       30-159 kg.
- Volume otak     1350 – 1450cc.
-Otot kunyah, gigi, rahang sudah menyusut.
-Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu
6.
Homo soloensis
Von Koeningswald  dan Weidenrich
Disekitar sungai Bengawan Solo. Tahun 1931-1934
Pleistosen Atas
-Volume otak 1300cc.
-Tonjolan kening agak terputus di tengah.
-Badan tegap dan tingginya 180cm.
7.
Homo wajakensis
Eugene Dubois
Wajak, Jawa Timur. Tahun 1889
Pleistosen Atas
-Tinggi badan   
 130-210cm.
-Berat badan       
30-150kg.
-Volume otak      1300cc.
8.
Pithecanthropus robustus
Von Koenigswald
Trinil, lembah sungai Bengawan Solo
Pleistosen bawah
-Tinggi badan sekitar 165 180 cm
-Volume otak berkisar antara 750 1000 cc
-Bentuk tubuh & anggota badan tegap
-Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat
-Geraham besar dengan rahang yang kuat
-Bentuk tonjolan kening tebal
-Bagian belakang kepala tampak menonjol


B.    Manusia Purba di Luar Negeri
No
Jenis Manusia Purba
Peneliti
Tempat dan Tahun Penemuan
Keterangan
1.
Australopithecus Africanus
Raymond Dart
Desa Taung di sekitar Bechunaland. Tahun 1924.
-  Memiliki tubuh yang ramping.
-  Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh. 20-40% lebih tinggi, 30-40% lebih berat dari perempuan.
- Struktur hominid dari gigi dan rahang tampaknya diperlukan lebih grinding bahwa diet kera.
2.
Paranthropus Robustus  dan Paranthropus Transvaalensis
Raymond Dart
Amerika Selatan
- Volume otak sekitar 600cc.
- Tinggi badan 1,5 meter.
3.
Sinanthropus Pekinensis
Davidson Black dan Franz Weidenreich
Di Gua Naga,Peking,Cina.
- Volume otak   900 -1200cc.
4.
Homo Africanus ( Homo Rhodesiensis )
Raymond Dart dan Robert Brom
Di Goa Broken Hill, Rhodesia,           Zimbabwe. Tahun 1924.
-volume otaknya sama dengan Apes (435-530 cm3).
-Gambaran muka (terlihat pada bagian samping).
Beberapa bagian posorbital terdesak.
- Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Barisan gigi rata.
-Tangannya relatif panjang. -Tulang jari-jarinya agak melengkung, rata-rata jari-jarinya panjang seperti pada manusia.
5.
Homo Heidelbergensis
Dr.Schoetensack
Desa Maurer dekat Kota Heidelberg, Jerman.
Volume otaknya sangat besar (1100-1400 cm3). Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal. Bangunan tulang tengkoraknya cerah. Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo erectus. Sekeliling tulangnya berbentuk kubah. Muka besar. Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar.
6.
Homo Neanderthalensis
Rudolf Virchow dan Dr.Fulfrott
Lembah Sungai Neander, dekat Duselldorf, Jerman. Tahun 1956.
Ciri -ciri manusia purba ini mendekat ciri homo wajakensis.
7.
Homo Cro Magnon            (Ras Cro – Magnon)
Lartet
Gua Cro Magnon dekat Lez Eyzies sebelah barat daya Perancis. Tahun 1868.
- Tengkorak berbentuk kubah.
- Dahi lebar.
- Kapaditas tengkorak 1.600 cc
- Memiliki tonjolan alis tebal.

Ciri-ciri Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia

Ciri-ciri Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia - Penemu dari manusia purba adalah

1. Eugena Dobois,
Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.
• Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo
Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
• Fosil lain yang ditemukan adalah :
1. Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
• Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
• Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo

2. G.H.R Von Koeningswald

Hasil penemuannya adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa - Manusia purba yang sering disebut Java Man (Manusia Jawa) ini merupakan Manusia purba dari jenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Awal penemuan fosil mirif manusia ini diberi nama ilmiah oleh Eugène Dubois dengan sebutan Pithecanthropus erectus. Ia sendiri merupakan pimpinan tim arkeolog yang saat itu menemukan fosil manusia purba di daerah Trinil pada tahun 1891. Pithecanthropus erectus sendiri memiliki arti yang diambil dari bahasa yunani dan latin yang memiliki arti manusia kera yang mampu berdiri.

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa

Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia

Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia - Manusia purba yang ditemukan di indonesia terdiri dari berbagai jenis manusia purba. Awal penemuannya yaitu sekitar Abad ke 18 Masehi yang dirintis oleh seorang dokter berkebangsaan belanda bernama Eugene Dubois. Pada awalmulanya Eugene Dubois melakukan penelitian di daerah Sumatera Barat namun ia tidak mendapatkan hasil yang memuaskan hingga akhirnya ia memutuskan untuk berpindah ke daerah Jawa.

Di Pulau Jawa akhirnya Eugene berhasil menemukan sebuah fosil manusia purba pertama di Indonesia yang ia beri nama pithecanthropus erectus, nama tersebut memiliki arti sebagai Manusia Kera yang Berdiri Tegak. Daerah penemuannya sendiri terletak di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia

Pada tahun 1936, Weidenrich juga menemukan sebuah fosil tengkorak anak si sebuah lembah sungai brantas, Desa Jetis, Mojoketo Jawa Timur.  Fosil tersebut ia beri nama Pithecanthropus Robustus. Sama halnya dengan Weidenrich, von Koenigswald juga berhasil menemukan sebuah fosil di Mojokerto dengan jenis yang sama namun ia menyebut fosil tersebut dengan nama Pithecanthropus Mojokertensis.


Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia


Tak hanya sampi disitu ditahun 1936 sampai 1941, von Koenigswald juga berhasil menemukan sebuah fosil manusia purba dan diperkirakan fosil manusia purba tersebut merupakan manusia tertua yang pernah hidup di Indonesia dan hidup antara satu atau dua juta tahun yan lalu, oleh karena itu fosil manusia purba tersebut diberi nama Meganthropus Palaeojavanicus yang artinya adalah Manusia Raksasa Tertua di Jawa. Selain itu manusia purba tersebut juga hidup sejaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.

Jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia selanjutnya yaitu berjenis Homo Sapiens nama tersebut artinya Manusia yang Berfikir. Para arkeolog memastikan bahwa manusia purba tersebut memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pithecanthropus.


Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia