Monday, October 26, 2015

Daftar Manusia Purba di Indonesia dan Luar Negeri

A.    Manusia Purba di Indonesia
NO
Jenis Manusia Purba
Peneliti
Tempat dan Tahun Penemuan
Lapisan Tanah
Keterangan
1.
Meganthropus Palaeojavanicus
Von Koningswald
Sangiran, Tahun 1939 - 1941.
Pucangan (Pleistosen Bawah)
-  Badan Tegap.
-  Bertulang pipi tebal.
-  Ada tonjolan tajam di belakang kepala.
-  Tonjolan kening yang mencolok dan tidak berdagu.
-  Otot kunyah, gigi, serta rahang besar dan kuat.
2.
Pithecanthropus Erectus
Eugene Dubois.
Trinil, Jawa Tengah. Tahun 1891.
Pucangan dan Kabuh
-Volume otak 900cc.
-Tinggi 165-180cm.
-Badan tegap.
-Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
-Hidung lebar dan tidak berdagu.
-Otot kunyah kuat.
3.
Pithecanthropus mojokertensis
Von Keonigswalg
Perning,Mojokerto, Jawa Timur. Tahun
1936 – 1941
Pleistosen Bawah
-Berbadan tegap.
-Muka menonjol ke depan.
-Kening tebal.
-Tulang pipi kuat.
4.
Pithecanthropus soloensis
Von Keonigswalg dan Weidenreich
Lembah sungai Bengawan Solo. Tahun 1931-1934
Pleistosen Tengah
-Berbadan tegap.
-Muka menonjol ke depan.
-Kening tebal.
-Tulang pipi kuat.
5.
Homo sapiens
Von Rietschoten
Wajak, Tulungagung,Jawa Timur. Tahun 1889
Pleistosen Atas
-Tinggi badan     130-210cm.
- Berat badan       30-159 kg.
- Volume otak     1350 – 1450cc.
-Otot kunyah, gigi, rahang sudah menyusut.
-Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu
6.
Homo soloensis
Von Koeningswald  dan Weidenrich
Disekitar sungai Bengawan Solo. Tahun 1931-1934
Pleistosen Atas
-Volume otak 1300cc.
-Tonjolan kening agak terputus di tengah.
-Badan tegap dan tingginya 180cm.
7.
Homo wajakensis
Eugene Dubois
Wajak, Jawa Timur. Tahun 1889
Pleistosen Atas
-Tinggi badan   
 130-210cm.
-Berat badan       
30-150kg.
-Volume otak      1300cc.
8.
Pithecanthropus robustus
Von Koenigswald
Trinil, lembah sungai Bengawan Solo
Pleistosen bawah
-Tinggi badan sekitar 165 180 cm
-Volume otak berkisar antara 750 1000 cc
-Bentuk tubuh & anggota badan tegap
-Alat pengunyah dan alat tengkuk kuat
-Geraham besar dengan rahang yang kuat
-Bentuk tonjolan kening tebal
-Bagian belakang kepala tampak menonjol


B.    Manusia Purba di Luar Negeri
No
Jenis Manusia Purba
Peneliti
Tempat dan Tahun Penemuan
Keterangan
1.
Australopithecus Africanus
Raymond Dart
Desa Taung di sekitar Bechunaland. Tahun 1924.
-  Memiliki tubuh yang ramping.
-  Australopithecus jantan lebih besar dalam ukuran tubuh. 20-40% lebih tinggi, 30-40% lebih berat dari perempuan.
- Struktur hominid dari gigi dan rahang tampaknya diperlukan lebih grinding bahwa diet kera.
2.
Paranthropus Robustus  dan Paranthropus Transvaalensis
Raymond Dart
Amerika Selatan
- Volume otak sekitar 600cc.
- Tinggi badan 1,5 meter.
3.
Sinanthropus Pekinensis
Davidson Black dan Franz Weidenreich
Di Gua Naga,Peking,Cina.
- Volume otak   900 -1200cc.
4.
Homo Africanus ( Homo Rhodesiensis )
Raymond Dart dan Robert Brom
Di Goa Broken Hill, Rhodesia,           Zimbabwe. Tahun 1924.
-volume otaknya sama dengan Apes (435-530 cm3).
-Gambaran muka (terlihat pada bagian samping).
Beberapa bagian posorbital terdesak.
- Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Barisan gigi rata.
-Tangannya relatif panjang. -Tulang jari-jarinya agak melengkung, rata-rata jari-jarinya panjang seperti pada manusia.
5.
Homo Heidelbergensis
Dr.Schoetensack
Desa Maurer dekat Kota Heidelberg, Jerman.
Volume otaknya sangat besar (1100-1400 cm3). Beberapa specimen tulang tengkoraknya tebal. Bangunan tulang tengkoraknya cerah. Memiliki tulang tengkorak yang lebih tinggi dari pada Homo erectus. Sekeliling tulangnya berbentuk kubah. Muka besar. Alis yang bertemu pada satu sisinya sebagian ukurannya besar.
6.
Homo Neanderthalensis
Rudolf Virchow dan Dr.Fulfrott
Lembah Sungai Neander, dekat Duselldorf, Jerman. Tahun 1956.
Ciri -ciri manusia purba ini mendekat ciri homo wajakensis.
7.
Homo Cro Magnon            (Ras Cro – Magnon)
Lartet
Gua Cro Magnon dekat Lez Eyzies sebelah barat daya Perancis. Tahun 1868.
- Tengkorak berbentuk kubah.
- Dahi lebar.
- Kapaditas tengkorak 1.600 cc
- Memiliki tonjolan alis tebal.

Ciri-ciri Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia

Ciri-ciri Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia - Penemu dari manusia purba adalah

1. Eugena Dobois,
Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.
• Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo
Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
• Fosil lain yang ditemukan adalah :
1. Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
• Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
• Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo

2. G.H.R Von Koeningswald

Hasil penemuannya adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa - Manusia purba yang sering disebut Java Man (Manusia Jawa) ini merupakan Manusia purba dari jenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Awal penemuan fosil mirif manusia ini diberi nama ilmiah oleh Eugène Dubois dengan sebutan Pithecanthropus erectus. Ia sendiri merupakan pimpinan tim arkeolog yang saat itu menemukan fosil manusia purba di daerah Trinil pada tahun 1891. Pithecanthropus erectus sendiri memiliki arti yang diambil dari bahasa yunani dan latin yang memiliki arti manusia kera yang mampu berdiri.

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa

Manusia Purba Pithecanthropus Erectus Asal Jawa

Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia

Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia - Manusia purba yang ditemukan di indonesia terdiri dari berbagai jenis manusia purba. Awal penemuannya yaitu sekitar Abad ke 18 Masehi yang dirintis oleh seorang dokter berkebangsaan belanda bernama Eugene Dubois. Pada awalmulanya Eugene Dubois melakukan penelitian di daerah Sumatera Barat namun ia tidak mendapatkan hasil yang memuaskan hingga akhirnya ia memutuskan untuk berpindah ke daerah Jawa.

Di Pulau Jawa akhirnya Eugene berhasil menemukan sebuah fosil manusia purba pertama di Indonesia yang ia beri nama pithecanthropus erectus, nama tersebut memiliki arti sebagai Manusia Kera yang Berdiri Tegak. Daerah penemuannya sendiri terletak di desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1891. Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia

Pada tahun 1936, Weidenrich juga menemukan sebuah fosil tengkorak anak si sebuah lembah sungai brantas, Desa Jetis, Mojoketo Jawa Timur.  Fosil tersebut ia beri nama Pithecanthropus Robustus. Sama halnya dengan Weidenrich, von Koenigswald juga berhasil menemukan sebuah fosil di Mojokerto dengan jenis yang sama namun ia menyebut fosil tersebut dengan nama Pithecanthropus Mojokertensis.


Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia


Tak hanya sampi disitu ditahun 1936 sampai 1941, von Koenigswald juga berhasil menemukan sebuah fosil manusia purba dan diperkirakan fosil manusia purba tersebut merupakan manusia tertua yang pernah hidup di Indonesia dan hidup antara satu atau dua juta tahun yan lalu, oleh karena itu fosil manusia purba tersebut diberi nama Meganthropus Palaeojavanicus yang artinya adalah Manusia Raksasa Tertua di Jawa. Selain itu manusia purba tersebut juga hidup sejaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis, namun tingkat kehidupannya lebih primitif.

Jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia selanjutnya yaitu berjenis Homo Sapiens nama tersebut artinya Manusia yang Berfikir. Para arkeolog memastikan bahwa manusia purba tersebut memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pithecanthropus.


Jenis Manusia Purba Beserta Ciri Khusus dan Tempat Penemuannya di Indonesia

Manusia Purba yang di temukan di Indonesia ada 3 Jenis

Manusia Purba yang di temukan di Indonesia ada 3 Jenis -Saat belajar tentang sejarah kita sering mendengar kata manusia purba. Berikut adalah beberapa jenis manusia purba yang fosilnya pernah ditemukan di Indonesia.

Manusia Purba yang di temukan di Indonesia ada 3 Jenis

Manusia purba yang pernah di temukan di Indonesia ada 3 jenis yaitu :
1.     PITHECANTHROPUS
2.     MEGANTHROPUS
3.     HOMO

A.     PITHECANTHROPUS
a.     PITHECANTHROPUS ERECTUS
Pithecanthropus erectus, yang artinya Manusia kera yang berjalan tegak, berdasarkan fosil yang di temukan di desa Trinil lembah bengawan solo oleh E. Dubois (1890). Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang atas, tengkorak, dan tulang kaki.
Manusia Purba yang di temukan di Indonesia ada 3 Jenis
piterchanthropus erectus

Cerita Jejak Manusia Purba Sepanjang Bengawan Solo

Cerita Jejak Manusia Purba Sepanjang Bengawan Solo - Jejak manusia purba di Indonesia termasuk ada di Bengawan Solo yang berhasil kami rangkum dibawah ini.

Cerita Jejak Manusia Purba Sepanjang Bengawan Solo


Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo merupakan DAS terbesar dan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa, terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. DAS Begawan Solo memiliki karakteristik topografi yang relatif datar dan sebagian besar berada di daerah dataran rendah sehingga terbentuk aliran sungai yang berkelok-kelok (meander). Aliran meander Sungai Bengawan Solo ini merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar terhadap tinggalan paleoantropologi dan arkeologi. Bentukan teras dikanan kiri sungai inilah yang banyak mengandung sisa-sisa fauna purba, artefak, serta tulang dan specimen Homo erectus. Tinggalan tersebut terendapkan bersama dengan deposisi teras sungainya.

Berdasarkan hasil penelitian kehidupan manusia purba yang sebelumnya, wilayah yang teridentifikasi teras purba Bengawan Solo memiliki riwayat penemuan yang menakjubkan. Banyak fosil-fosil yang ditemukan diwilayah sepanjang teras Sungai Bengawan Solo ini. Seperti penemuan tengkorak dan tulang Homo erectus serta penemuan rangka utuh gajah purba. Wilayah-wilayah penemuan tersebut antara lain Sangiran, Sambungmacan, Cemeng, Trinil, Selopuro, dan Ngandong. Penemuan fosil tengkorak di wilayah Sambungmacan, Trinil dan Ngandong merupakan salah satu bukti peradaban manusia di wilayah aliran sungai. Pertanggalan dari temuan-temuan yang didapatkan menunjukan bahwa Homo erectus yang mendiami wilayah ini lebih muda (Progresif) dibandingkan dengan Homo erectus yang tinggal di Sangiran (Arkaik dan Tipik). Bukti tersebut menunjukan adanya pergeseran hunian Homo erectus di kearah hilir Sungai Bengawan Solo.

Penjelasan Fosil Manusia purba di Indonesia

 Penjelasan Fosil Manusia purba di Indonesia - Manusia Purba di Indonesia sudah banyak ditemukan oleh sebab itu kami merangkum beberapa mengenai manusia purba di Indonesia.

Penjelasan Fosil Manusia purba di Indonesia


Fosil adalah sisa-sisa tumbuhan, hewan, dan manusia yang sudah membatu. Fosil juga bisa berwujud bekas benda yang menempel pada batu, sementara benda aslinya sudah mengalami pelapukan atau penghancuran.
Tidak semua tumbuhan, hewan, dan manusia dapat menjadi fosil. Banyak diantaranya yang mengalami pembusukan dan penghancuran oleh pengaruh alam. Fosil terjadi jika sisa-sisa tumbuhan, hewan, atau manusia tersibut terlindung dari pengaruh luar sehingga tidak terjadi pelapukan dan penghancuran. Selain itu, untuk bisa menjadi fosil dibutuhkan waktu yang sangat lama, bisa ribuan bahkan jutaan tahun.
Pada setiap lapisan kulit bumi, sering ditemukan fosil tumbuhan, hewan, atau manusia purba jenis tertentu yang menjadi ciri khas dari suatu lapisan kulit bumi. Fosil-fosil itu disebut fosil pandu karena dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia purba pada zaman pra aksara. Dari fosil-fosil tersebut dapat juga diketahui lapisan kulit bumi tempat fosil tersebut ditemukan.